Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
argia

5 Hal Yang Membuat Wanita Tidak Bahagia Dengan Karirnya

Wanita, lebih banyak mengalami masalah pada karirnya dibandingkan pria. Anda menjadi seorang CEO wanita yang sukses, tapi bisa saja suatu saat Anda bisa berhenti dari pekerjaan tersebut. Menjalani sebuah karir, hal ini tak semulus apa yang Anda bayangkan. Apalagi jika Anda harus berhadapan dengan banyak relasi atau rekan kerja di kantor. Belum lagi, wanita memiliki banyak fungsi sebagai wanita karir, ibu rumah tangga dan istri. Ketiga hal itu bisa membuat karir Anda bermasalah, tapi ada banyak faktor yang bisa berpengaruh  padda karir wanita.

5 Hal Yang Membuat Wanita Tidak Bahagia Dengan Karirnya

gambar diambil dari http://career-intelligence.com
 
Bagaimana dengan wanita yang masih single? Tentu saja, tidak sedikit diantara pekerja wanita yang masih single bermasalah, tidak bahagia dan mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Berikut 5 hal yang bisa membuat wanita merasa tidak bahagia dengan karirnya.

1. Gaji
Gaji adalah faktor penting yang sangat dipertimbangkan oleh siapa saja yang melamar kerja. Sekalipun tidak semua pelamar kerja menargetkan gaji adalah hal utama saat mereka melamar kerja. Gaji yang sangat tinggi atau sesuai keinginan karyawan, hal ini bisa membuat mereka betah dengan karirnya. Gaji yang rendah, kadang membuat mereka harus rela melepaskan pekerjaannya dan mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.

2. Dikucilkan
Dikucilkan dalam lingkup kantor, hal ini akan Anda alami ketika beberapa hari  Anda bekerja di kantor baru. Namun, tak sedikit karyawan baru yang merasa tertekan dan akhirnya keluar dari perusahaan karena tidak tahan dengan keadaan yang mereka hadapi. Dikucilkan oleh teman-teman kantor baru, hal ini membuat Anda tertekan dan merasa tidak nyaman. Sekalipun gaji yang Anda terima sangat tinggi, tapi karena suasana kantor yang kurang nyaman, ini bisa menjadi alasan yang sangat kuat untuk mengakhiri karir di perusahaan tersebut.

3. Long distance
Apakah Anda saat ini sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan? Long distance adalah salah satu faktor yang membuat wanita tidak nyaman atau tidak bahagia dengan karirnya. Jika Anda berada pada tempat yang sangat jauh dengan pasangan atau keluarga, hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Anda kurang bahagia dengan karir tersebut. Pada akhirnya, jika Anda tidak bisa mengatasi masalah tersebut, Anda bisa memutuskan untuk mengakhiri karir yang Anda bangun pada perusahaan saat ini.

4. Bukan pekerjaan idaman
Banyak wanita yang memilih pekerjaan yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Mereka memulai karir dengan pekerjaan yang tidak mereka harapkan, hasilnya mereka hanya menerima gaji setiap bulan tanpa mendapatkan kepuasan batin. Jika Anda menjalani karir yang Anda inginkan, maka Anda akan mendapatkan kebahagiaan bukan hanya karena gaji tapi juga kebahagiaan batin. Menjalani pekerjaan atua karir dengan terpaksa, hal ini bisa menjadi masalah dan membuat wanita kurang bahagia. Pada akhirnya, jika suatu saat mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan, mereka bisa dengan mudah melepaskan karir yang saat ini mereka jalani.

5. Masalah dengan rekan kerja
Bermasalah dengan rekan kerja, hal ini membuat Anda tidak nyaman di kantor. Bagaimana jika masalah tersebut semakin memuncak, tentu Anda menjadi tidak nyaman, bukan? Masalah dengan rekan kerja membuat hampir semua wanita menjadi kurang bersemangat dan tidak bahagia. Sekalipun mereka mendapatkan fasilitas yang bagus, gaji tinggi namun masalah ini bisa menimbulkan keinginan untuk mengakhiri karir mereka.

argia

Hindari 4 Hal Ini Setelah Interview Agar Tidak Kehilangan Pekerjaan

Apakah Anda yakin setelah interview akan diterima kerja? Jangan yakin dulu karena ada beberapa tahap lagi yang harus Anda lalui. Berdasarkan pengalaman sendiri, intreview saat ini adalah langkah awal dimana HRD memanggil Anda untuk melakukan wawancara. Tak hanya sampai disini, setelah interview maka HRD akan menentukan apakah Anda bisa lolos pada tahap tes selanjutnya atau Anda akan berhenti haya pada tahap interview saja. Saya tegaskan sekali lagi, Anda akan melewati tahap tes selanjutnya terutama untuk perusahaan besar.
Tips Interview
                                            gambar diambil dari http://media1.s-nbcnews.com

Dulu, saya sering mengikuti beberapa tes diantaranya interview awal, psikotes dan interview kembali untuk membahas gaji. Pada tahap terakhir inilah antara HRD dan calon karyawan sering berdebat masalah salary. Dan bagaimana jika Anda telah menyelesaikan tahap interview, lantas apa yang harus Anda lakukan? Saat ini hampir semua perusahaan mengadakan psikotes setelah interview. Jika Anda telah melewati tahap tes interview pertama seperti yang saya utarakan di atas dan Anda telah dinyatakan lolos tahap selanjutnya, maka jangan pernah lakukan hal-hal konyol seperti dibawah ini.

1. Jangan menambahkan nama HRD pada akun sosial media
Anda tidak perlu menambahkan nama HRD pada akun media sosial Anda, dengan alasan agar lebih kenal, sok dekat atau agar dikatakan Anda ramah. Ingat, HRD bisa menjadi mata-mata Anda dan karyawan lainnya yang siap mencari kesalahan Anda. Terutama di sosial media seperti facebook, ini adalah hal yang harus Anda hindari. Saya sarankan agar Anda membatasi pertemanan di facebook, jangan menambahkan akun HRD, manager atau direktur perusahaan Anda. 

Sosial media seperti halnya facebook adalah alat yang sangat baik bagi HRD untuk mengetahui apa saja kegiatan Anda. Bagaimana karakter Anda dan lain sebagainya. Jika Anda suka menulis status facebook yang mengandung sara atau pornografi, atau Anda suka mengunggah video dan gambar porno, maka hal ini akan merendahkan reputasi Anda sendiri. Jika memang Anda harus menambahkan mereka pada akun sosial media, Anda bisa menghapus status facebook atau akun sosial media lain yang kurang baik.

2. Jangan menambahkan gaji terlalu tinggi
Karena Anda merasa yakin akan diterima kerja, maka saat interview selanjutnya Anda menambahkan gaji lebih besar dibandingkan gaji sebelumnya. Saya contohkan, saat interview pertama, gaji yang Anda inginkan Rp. 5.000.000,- setelah Anda memasuki interviw terakhir justru Anda menginginkan gaji Rp. 8.000.000,-. Saya katakan, ini adalah kesalahan yang wajib Anda hindari dan menyebabkan Anda dicoret dari daftar kandidat karyawan. Anda harus tetap memilih gaji Rp. 5.000.000,- justru gaji inilah yang kemungkinan besar akan memudahkan Anda diterima kerja.

3. Jangan terlalu dendam
Jika pada tahap tes pertama Anda dinyatakan gagal, maka jangan menganggap ini adalah akhir dari segalanya. Anda tidak bisa dendam dan marah pada HRD, atau Anda membakar surat lamaran kerja Anda. HRD memiliki beberapa kriteria jadi ketika Anda tidak lolos pada tahap berikutnya, hal ini menunjukkan bahwa Anda memiliki kekurangan. Sekalipun Anda gagal, jangan pernah mengatakan hal-hal buruk tentang HRD atau perusahaan tersebut, apalagi di sosial media. Anda tidak akan tau apakah nanti Anda dipaggil kembali oleh perusahaan, sehingga jika Anda dendam dan menulis hal-hal negatif tentang HRD atau perusahaan tersebut ini adalah kesalahan terbesar Anda. 

4. Jangan sok akrab
Bisa saja Anda memberikan salam pada HRD saat bertemu di jalan atau dimana saja setelah interview tahap pertama. Tapi, jangan sok akrab atau bahkan berbicara ngalor ngidul dengan HRD tersebut. Anda belum sah menjadi karyawan, jadi dengan sikap Anda yang sok akrab itu, hal ini justru membuat HRD illfeel terhadap Anda.

Jika Anda tidak ingin kehilangan posisi terbaik perusahaan tersebut, maka jangan lakukan hal-hal konyol di atas setelah interview.
argia

5 Alasan Mengapa Saya Menjadi Freelancer

Freelancer adalah salah satu profesi yang banyak diminati saat ini, apalagi oleh professional yang ingin bekerja lebih nyaman. Jika Anda menguasai salah satu bisnis, maka Anda bisa menjadi seorang freelancer sesuai dengan keahlian Anda. Saya sangat menyukai pekerjaan ini, bahkan Anda jauh lebih nyaman dengan pekerjaan ini dibandingkan harus pergi ke kantor setiap hari. Memang, ada cukup banyak perbedaan ketika Anda memilih pekerjaan ini. Tapi, saya yakin Anda akan bebas dari tekanan bos. 

Berikut adalah 5 alasan mengapa Anda harus memilih menjadi freelancer

1. Anda adalah bos
Freelancer adalah pekerjaan yang bisa diatur, dan yang mengatur adalah Anda sendiri. Kapan saya haru menyelesaikan pekerjaan dan kapan Anda harus berlibur. Tidak ada bos yang memarahi Anda selama Anda bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Selama 11 tahun bekerja di perkantoran, saya lebih memilih menjadi bos sendiri. Tidak mudah selama 11 tahun bekerja mengikuti perintah orang, bahkan harus bekerja dengan deadline yang begitu padat. Jika Anda menjadi freelance, maka Anda bisa mengatur waktu sesuai keinginan Anda. Saya bisa mengerjakan website, menjadi pengajar dan tetap bisa menjadi freelance. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan dalam hidup saya. 

5 Alasan Mengapa Saya Menjadi Freelancer

gambar diambil dari http://www.superfreelancers.com

2. Bekerja dimana saja dan kapan saja
Bekerja di kantor, Anda harus datang tepat waktu antara pukul 8.00-17.00, bahkan saya pernah bekerja dari pukul 8 pagi hingga pukul 9.30 malam. Ini adalah pekerjaan yang sangat berat, karena saya harus memberikan materi selama lebih dari 10 jam. Bagaimana dengan Anda? Saya yakin Anda akan mengatakan tidak sanggup, tapi saya sangat salut jika Anda mengatakan saya bekerja lebih dari 10 jam setiap hari. Saya akan mengikuti jejak Anda jika Anda bekerja lebih dari 10 jam sehari.

Menjadi freelancer bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Anda bisa bekerja di rumah, di cafe, di taman atau bahkan di dalam kereta. Karena freelancer tidak akan terikat dengan tempat, Anda bisa bekerja dimana saja asalkan pekerjaan atau job dari klien bisa Anda selesaikan sesuai deadline yang telah ditentukan. Anda bisa bekerja malam hari, pagi atau kapan saja sesuai keinginan. Di kantor, Anda tidak mungkin mendapatkan kenyamanan ini, karena itulah saya sangat menyukainya.

3. Fee tidak terbatas
Jika bekerja di kantor, Anda akan mendapatkan gaji sesuai kesepakatan Anda dengan bos. Bagaimana jika Anda bekerja melebihi target perusahaan? Ada perusahaan yang meghargai kerja keras Anda, tapi ada juga perusahaan yang kurang menghargai kerja keras karyawannya. Ini sangat berbeda jika Anda menjadi freelance dimana Anda bisa bekerja keras dengan fee yang sesuai dengan perkerjaan Anda tersebut. Di beberapa situs freelance ada cukup banyak tawaran fee yang bisa Anda pilih. Jika pekerjaan Anda bagus, pasti klien berani membayar mahal Anda.

4. Klien tak terbatas
Ada cukup banyak klien yang bisa Anda dapatkan ketika Anda menjadi seorang freelancer. Banyak situs freelance yang membantu Anda terhubung dengan klien yang membutuhkan jasa Anda. Dengan fee yang berbeda-beda, maka sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan klien sebanyak-banyaknya.

5. Terhindar dari pengangguran
Ada cukup banyak lulusan sarjana yang menganggur, jika Anda salah satu dari mereka, maka Anda bisa memilih peluang satu ini, menjadi freelancer. Anda bisa menghindari pengangguran dengan menjadi seorang freelance. Banyak sekali situs yang menyediakan lowongan sebagai freelancer sehingga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang sedang nggangur.